Secara tidak sengaja penulis melihat berita di http://u.msn.com/id-id/berita/dunia/obama-trump-lakukan-penghinaan-karena-merasa-tidak-aman/ar-BBxdCEs dimana presiden USA yang sedang berkuasa mengomentari calon presiden Trump; " Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan Donald Trump kerap melakukan penghinaan kepada lawan-lawan politiknya karena merasa tidak aman. Tindakan itu juga dilakukan oleh calon presiden dari Partai Republik tersebut agar terlihat percaya diri.
Pernyataan Obama terkait dengan komentar miliarder tersebut yang terlihat melecehkan perempuan. Komentar itu dirilis dari rekaman audio pada 2005 lalu.
"Trump tidak hanya merendahkan perempuan, tapi kerap minoritas, imgran, dan orang dari agama tertentu, bahkan orang cacat. Saya rasa ini cukup jelas tindakan yang menganggu ini karena ia merasa tidak aman," ujar Obama, dilansir The Telegraph, Senin (10/10).
Selain Obama, Banyak orang, termasuk petinggi Partai Republik yang mengecam Trump. Bahkan, mereka menyatakan tak akan mendukung calon presiden itu dalam pemilihan November mendatang. Namun, Trump menekankan tidak akan pernah mundur dari pemilihan presiden. Ia juga mengatakan banyak pendukung yang tetap setia terhadapnya.
"Saya pikir banyak orang yang meremehkan betapa setia pendukung saya," jelas Trump."Di sisi lain dari USA, Jakarta; yang juga sedang mempersiapkan pemilihan gubernur untuk periode yang akan datang, salah satu calonnya juga mendapat sorotan dari berbagai pihak atas komentar-komentar dan fatwa-fatwanya, terutama tentang tafsiran salah satu ayat dalam Al Qur'an yang mana orang Islam sendiri yang merasa tidak memiliki ilmu dalam penafsiran Al Qur'an tidak berani memberi penafsiran kecuali cuma bisa merujuk pada apa yang telah disampaikan oleh para ahli tafsir yang diakui secara mayoritas ummat Islam.
Komentar pernyataan salah satu calon gubernur DKI tersebut berdatangan dari berbagai pihat, baik tokoh-tokoh maupun dari ormas-ormas dan lembaga-lembaga dan komentar-kometar tersebut disertai dengan himbauan-himbauan yang diharapkan dapat meredam ketidaknyaman yang bisa ditumbulkan dari penafsiran ayat Al Qur'an tersebut.
Lalu apa hubungannya dengan apa yang terjadi di USA saat ini terhadap salah satu calon presidennya dengan yang terjadi pada salah satu calon gubernur DKI.
Penulis tidak bisa menjelaskan apakah ada hubungan yang linier ataukah itu kebetulan saja. Barangkali pembaca yang budiman bisa menyimpulkan masing-masing sesuai dengan jalan fikiran kita masing-masing.
