Adalah pada akhir zaman, orang-orang yang berilmu, menyuruh manusia zuhud dari dunia dan mereka sendiri tidak zuhud. Menyuruh manusia takut kepada Tuhan dan mereka sendiri tidak takut. Melarang manusia mendatangi wali-wali negeri dan mereka sendiri datang kepada wali-wali negeri itu. Mereka memilih dunia dari akhirat, mereka makan hasil usaha lidah mereka. Mereka mendekati orang-orang kaya, tidak orang-orang miskin. Mereka cemburu kepada ilmu pengetahua seperti kaum wanita cemburu kepada kaum laki-laki. Ia marah kepada teman duduknya apabila ia duduk dengan orang lain. Orang-orang yang berilmu semacam itulah, orang-orang yang keras hati. Musuh Tuhan Yang Maha Pengasih

Senin

Pemilihan Calon Presiden USA dan Pilkada DKI

Tentulah kurang sepadan kalau kita membandingkan hiruk pikuk pemilihan presiden di USA dengan pilkada DKI periode sekarang. Walaupun waktunya hampir bersamaan, tapi ada suatu aspek yang menggelitik untuk diamati dari apa yang sedang berlansung antara dua acara tersebut.

Secara tidak sengaja penulis melihat berita di http://u.msn.com/id-id/berita/dunia/obama-trump-lakukan-penghinaan-karena-merasa-tidak-aman/ar-BBxdCEs dimana presiden USA yang sedang berkuasa mengomentari calon presiden Trump; " Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan Donald Trump kerap melakukan penghinaan kepada lawan-lawan politiknya karena merasa tidak aman. Tindakan itu juga dilakukan oleh calon presiden dari Partai Republik tersebut agar terlihat percaya diri.
Pernyataan Obama terkait dengan komentar miliarder tersebut yang terlihat melecehkan perempuan. Komentar itu dirilis dari rekaman audio pada 2005 lalu.
Calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump© AP Photo/Ross D. Franklin Calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump
"Trump tidak hanya merendahkan perempuan, tapi kerap minoritas, imgran, dan orang dari agama tertentu, bahkan orang cacat. Saya rasa ini cukup jelas tindakan yang menganggu ini karena ia merasa tidak aman," ujar Obama, dilansir The Telegraph, Senin (10/10).
Selain Obama, Banyak orang, termasuk petinggi Partai Republik yang mengecam Trump. Bahkan, mereka menyatakan tak akan mendukung calon presiden itu dalam pemilihan November mendatang.  Namun, Trump menekankan  tidak akan pernah mundur dari pemilihan presiden. Ia juga mengatakan banyak pendukung yang tetap setia terhadapnya.
"Saya pikir banyak orang yang meremehkan betapa setia pendukung saya," jelas Trump."

Di sisi lain dari USA, Jakarta; yang juga sedang mempersiapkan pemilihan gubernur untuk periode yang akan datang, salah satu calonnya juga mendapat sorotan dari berbagai pihak atas komentar-komentar dan fatwa-fatwanya, terutama tentang tafsiran salah satu ayat dalam Al Qur'an yang mana orang Islam sendiri yang merasa tidak memiliki ilmu dalam penafsiran Al Qur'an tidak berani memberi penafsiran kecuali cuma bisa merujuk pada apa yang telah disampaikan oleh para ahli tafsir yang diakui secara mayoritas ummat Islam.


Komentar pernyataan salah satu calon gubernur DKI tersebut berdatangan dari berbagai pihat, baik tokoh-tokoh maupun dari ormas-ormas dan lembaga-lembaga dan komentar-kometar tersebut disertai dengan himbauan-himbauan yang diharapkan dapat meredam ketidaknyaman yang bisa ditumbulkan dari penafsiran ayat Al Qur'an tersebut.

Lalu apa hubungannya dengan apa yang terjadi di USA saat ini terhadap salah satu calon presidennya dengan yang terjadi pada salah satu calon gubernur DKI.

Penulis tidak bisa menjelaskan apakah ada hubungan yang linier ataukah itu kebetulan saja. Barangkali pembaca yang budiman bisa menyimpulkan masing-masing sesuai dengan jalan fikiran kita masing-masing.

ekskresi paru dan hati